Gunung Sewu

Indonesian Cave and Karst Journal

MEMBOBOL SUMBATAN AKIBAT GEMPA; Dua Ledakan Guncang Goa Bribin

Posted by gunungsewu on November 15, 2006

Sunday, 12 November 2006,
MEMBOBOL SUMBATAN AKIBAT GEMPA; Dua Ledakan Guncang Goa Bribin

WONOSARI (KR) – Ledakan kedua mengguncang kembali sungai bawah tanah ‘Goa Bribin’, Sabtu (11/11) kemarin. Akibat ledakan tersebut, sumbatan material batuan akibat gempa bumi, terus membuka. Meski demikian, serpihan batuan masih menjadi penghalang dan harus dibersihkan.

Peledakan sumbatan sungai Bribin harus dilakukan untuk menyelamatkan ‘proyek bendungan bawah tanah dan mikrohidro’ yang menelan biaya Rp 31 miliar. Pelaksanaan proyek tersebut terhenti akibat gempa bumi 27 Mei lalu yang mengakibatkan batuan sebesar 2.000 meter kubik yang berada diatas dan samping sungai runtuh sehingga menghambat alur sungai bawah tanah. Tumpukan batu tersebut berada 500 meter dari dam yang dibangun.

Menurut Kepala Satker Penyediaan Air Bersih Departemen Kimpraswil, Endang Sudarma, timbunan material batu besar tersebut, membuat air bawah tanah di dam yang dibangun naik hingga tiga meter. Akibatnya pekerja tidak bisa melanjutkan proyek tersebut.

Agar air bisa mengalir kembali, maka tumpukan batuan besar tersebut harus disingkirkan dengan ledakan. Namun untuk meledakkan bukan pekerjaan mudah, karena bahan ledak harus dapat dibawa ke batuan dengan menyelam.

Universitas Karlsruhe, Jerman, mitra dalam pelaksanaan pembangunan ini ikut membantu. Mereka mengirimkan ahli ledak yang juga Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencaan Universitas Karlsruhe, Prof Franz Nestmann.

Disamping itu juga mengirimkan dua penyelam khusus air bawah tanah, yakni Mattheias Leyr dan Marco Wedelberger. Kedua penyelam ini sudah terlatih dan siap menanggung risiko. Para penyelam ini pula yang membersihan serpihan batu, sehingga lebih mudah dilewati air.

Peledakan sungai bawah tanah ini juga dikoordinasi oleh juru ledak dari Pemkab Jember, Sudarno. Keberhasilan ledakan pertama dan kedua ini tak lepas dari kertelibatan Sudarno yang sudah berpengalaman dalam membuat ledakan di tempat pertambangan. Informasi, saran yang disampaikan Sudarno, diterima oleh pihak Jerman, setelah sebelumnya bersikeras tetap menggunakan cara mereka di Jerman.

Keberhasilan ledakan kedua ini, menurut tim pendamping ahli ledak dari Jerman, merupakan perjalanan panjang. Termasuk diantaranya menyamakan pandangan kehendak dari masing-masing pihak, yakni ahli dari Karlsruhe.

Menurut pendamping tim Jerman, Solichin, untuk membongkar batu yang menyumbat sungai, dibutuhkan 2-3 kali ledakan. Ledakan pertama yang dilakukan Rabu lalu, merupakan kerja keras tim Jerman dengan juru ledak dari Jember. Bahan peledak menggunakan Domotin yang diproduksi PT Dahana, Tasikmalaya. Bahan ini kekuatannya masih di bawah TNT.

Untuk membongkar batuan tersebut, dibutuhkan 12,5 kg bahan peledak. Dari jumlah itu, 2,5 kg lainnya digunakan untuk meledakkan batuan. Jika ledakan kedua berhasil, bisa saja sumbatan terbuka lebih lebar. Namun demikian, pihaknya belum bisa memastikan apakah berhasil atau tidak proses tersebut.

Ketua Komisi D DPRD DIY, Nazaruddin SH mengemukakan, pihaknya akan terus mengontrol program ini. Karena kontribusi dana dari APBD 2006 cukup besar.

Menurut Endang, Senin (13/11), dua penyelam Jerman tersebut akan mengecek, apakan bongkahan telah terbongkar dan tidak menghalangi alur air atau tidak. Jika masih menghalangi, maka diperlukan ledakan sekali lagi. (Jon)-b

http://www.kr.co.id/article.php?sid=102886

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: