Gunung Sewu

Indonesian Cave and Karst Journal

Archive for November 24th, 2006

IDENTIFIKASI KERUSAKAN KAWASAN KARST AKIBAT AKTIVITAS PENAMBANGAN DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Posted by gunungsewu on November 24, 2006

Oleh : Langgeng Wahyu Santosa

Jurusan Geografi Fisik, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada 55281

Telp.: 62-8122705450;email: wahyus_72@yahoo.co.id

ABSTRAK

img_2274.jpgKawasan Karst di Kabupaten Gunungkidul merupakan kawasan yang spesifik dengan berbagai fenomena kekayaan alam dan hayatinya. Bukit-bukit berbentuk kerucut, lembah drainase berupa dolin, sistem gua-gua dan sungai bawah tanah yang berpotensi besar akan sumberdaya air, dan berbagai kekayaan flora-fauna, menjadikan kawasan karst ini sebagai kawasan cocok untuk mendukung fungsi konservasi alam dan hayati. Di sisi lain, kawasan karst merupakan kawasan yang kaya akan potensi bahan galian berupa batugamping. Hal inilah yang kemudian mendorong manusia untuk melakukan penambangan, dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Maraknya aktivitas penambangan di Kawasan Karst Kabupaten Gunungkidul, telah berakibat pada kerusakan lahan yang semakin meningkat. Salah satu wilayah yang mengalami kerusakan lahan cukup serius pada kawasan karst ini adalah Kecamatan Ponjong dan Wonosari. Sebagian besar aktivitas penambangan yang memicu kerusakan lahan adalah penambangan rakyat, khususnya penambangan liar yang tidak berijin. Pada akhir penambangan, bentuk aktivitas ini tanpa diikuti oleh kegiatan reklamasi lahan-lahan bekas penambangan.

Kata kunci: karst, penambangan, kerusakan lahan

Posted in Vol 2 No 1 April 2006 | Leave a Comment »

PERANAN GEOMORFOLOGI DALAM KAJIAN KERENTANAN AIR BAWAH TANAH KARST

Posted by gunungsewu on November 24, 2006

Oleh : Tjahyo Nugroho Adji

Kelompok Studi Karst, Fakultas Geografi UGM, Yogyakarta, 55281

Telp. :62-8122967492 ; email: adji_bruang@yahoo.com

 

ABSTRAK

image sungai bawah tanahKarst merupakan daerah berbatuan gamping dan dikenal sebagai kawasan yang unik secara geomorfologi karena bentuklahan permukaannya yang ”cantik” dan spesifik yang tidak dapat ditemukan pada unit geomorfologi yang lain. Meskipun demikian, karena sifatnya yang mudah larut dalam air, topografi karst memilki sistem air bawah permukaan yang dominan berupa lorong-lorong solusional dan sangat rentan terhadap degradasi, terutama terhadap kontaminasi air bawah tanah. Hal ini disebabkan karena cepatnya aliran air serta minimnya mekanisme filter pada lorong-lorong sistem bawah tanah. Tulisan ini membahas bagaimana metode-metode klasifikasi yang sudah dikembangkan untuk menilai tingkat kerentanan terhadap pencemaran air di kawasan karst serta mengkaji peran parameter geomorfologi yang digunakan pada metode-metode tersebut. Tulisan ini akan didahului dengan sedikit deskripsi mengenai geomorfologi karst dan kemudian banyak mengetengahkan contoh-contoh cara mengklasifikasikan kerentanan air bawah tanah karst, dan memberi justifikasi tentang andil parameter-parameter geomorfologi yang digunakan.

Kata kunci : metode, kerentanan karst, geomorfologi

Posted in Vol 2 No 1 April 2006 | Leave a Comment »